Langsung ke konten utama

Teks Hikayat dalam Cerpen

Rakyat Batu Bara

Peperangan terjadi antara Kerajaan Asahan yang dipimpin oleh rajanya Sri Paduka Risuddin dan rakyat Batu Bara. Kemenangan besar diambil oleh rakyat Batu Bara setelah peperangan tersebut berlangsung tiga tahun lamanya. Dengan itu rakyat sangat bersuka cita dan keudian merayakan pesta meriah selama satu minggu penuh. Pesta berlansung dengan meriah dimana pada akhir acaranya ditutup dengan pengangkatan raja bagi Kerajaan Batu Bara. Pengankatan tersebut di lakukan dengan mufakat dan dimenangkan oleh  seorang punggawa tinggi pejuang negara, yaitu O.K Aryan Zulkaryan.

O.K Aryan mendapatkan gelar Paduka Yang Mulia Maharaja Diraja dengan kesetiaannya dan amanahnya kepada rakyat Batu Bara. Sebagai patih, diangkatlah Patuan Nagari Gong Ma Tuak Anak na Borjong gelar Sutan Ameh Malenggang Di Langit sebagai pembantu Raja OK. Aryan.

Sebagai kerajaan baru tentunya harus membangun kerajaan menjadi lebih baik dimana uang yang diperlukan terbilang cukup banyak. Rakyatpun dengan suka cita membayar pajak tinggi demi pembangunan kerajaan. Namun, pengangkatan O.K Aryan sebagai raja tidak berlangsung semanis itu, Raja O.K Aryan dituduh melakukan korupsi pada awal masa jabataannya, tapi Rakyat yang tidak terima membela raja mereka dari tuduhan dan akhirnya O.K Aryan lolos dari tuduhan.

Beberapa tahun berlalu, sosok asli dari O.K Aryan terlihat. Korupsi terjadi dimana-mana, raja melakukan hal semena-menana pada rakyat, menggunkan uang sebagai media peningkatan pangkat seseorang. Sedangkan sang raja, dia hanya melakukan pesta dan bermain wanita di kerajaannya. Kini rakyat semakin jadi sengsara akibat pembangunan terbengkalai. Kerajaan yang dulu diperjuangkan dengan susah payah, kini benar-benar nyaris tenggelam.

Sementara Itu, Kerajaan Asahan yang mengetahui kejadian yang tejadi pada memperkuat basiran dan bersiam menaklukan kembali wilayah yang telah direbut dari mereka. Melihat keadaan ini, para tetua adat Kerajaan Batu Bara menggelar musyawarah besar untuk menyelamatkan negeri. Berkumpullah semua masyarakat, mulai dari rakyat jelata sampai para Datuk dan bangsawan tinggi lainnya.

Diakhir mufakat, mereka bersatu padu bertekad untuk menyelamatkan Kerajaan Batu Bara yang kini berada diambang kehancuran.

Mereka kemudian mengirim perwakilannya ke dalam istana, meminta agar Raja OK. Aryan meletakkan jabatan. Tetapi ternyata OK. Aryan menolak dengan keras, seraya memerintahkan pengawal untuk menangkap kelima orang perwakilan rakyat Batu Bara itu.

Mengetahui wakilnya ditangkap rakyat pun marah. Mereka nekad masuk ke dalam istana. Tepat di depan pintu gerbang, terjadilah perang saudara yang dahsyat, antara pengawal istana dengan rakyat. Puluhan mayat bergelimpangan, sementara yang terluka tak terhitung jumlahnya. Namun karena jumlah rakyat yang jauh lebih banyak, pengawal istana terdesak, sebagian melarikan diri. Melihat kegawatan ini, raja OK.Aryan melarikan diri lewat jalan belakang istana. Tapi, rakyat yang sudah menduga sifat sang raja, sudah mengepung delapan penjuru mata angin sekeliling istana.

Raja pun akhirnya ditangkap.  Tiga orang tetua adat memutuskan hukuman kurung seumur hidup, sementara enam lainnya memutuskan hukuman mati. Mendengar keputusan ini, sontak rakyat berteriak senang, lalu menggeret OK.Aryan Zulkarmain ke tiang gantungan. Sementara OK.Aryan sendiri seperti sudah tak bernyawa. Untuk kali terakhir, OK.Aryan diminta berbicara. Tetapi hanya sengguguk isak tangis yang terdengar. Tali pun menjerat erat leher sang penguasa laknat itu.

Sebagai pengganti raja yang mengecewakan hari rakyat itu, diangkatlah Bang Pilot menjadi raja, dengan gelar Datuk Pangombur Bosar. Dan sebagai patih, diangkatlah Datuk Inu Zc Tampubolon, dengan gelar Tuanku Tumenggung Pandai Mengayak. Dua sejoli ini mampu memimpin Batu Bara dengan baik, dan mengembalikan harapan dan kejayaan Kerajaan Batu Bara.


Tema : Kerajaan

Tokoh & Penekohan :

  • Rakyat Batu Bara, Protagonis
  • Bang Pilot, Protagonis
  • Datuk Inu Zc Tampubolon, Protaginos
  • O.K Aryan, Antagonis
  • Sri Paduka Risuddin, Antagonis

Latar : Kerajaan Batu Bara

Alur : Alur mundur

Gaya Bahasa : Dramatis

Sudut Pandang : Orang ketiga

Amanat:

 Jikalau kau diberi sebuah amanat maka lakukan hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan berjuanglah atas apa yang ingin kau capai dengan sungguh-sunggu untuk mencapai kedamaian akhir, seperti Rakyat Batu Bara yang akhirnya kembali makmur setelah sebelumnya harus melakukan pertumpahan darah dengan saudarnya sendiri.


Komentar