Rakyat Batu Bara
Peperangan terjadi antara Kerajaan Asahan yang dipimpin oleh
rajanya Sri Paduka Risuddin dan rakyat Batu Bara. Kemenangan besar diambil oleh
rakyat Batu Bara setelah peperangan tersebut berlangsung tiga tahun lamanya.
Dengan itu rakyat sangat bersuka cita dan keudian merayakan pesta meriah selama
satu minggu penuh. Pesta berlansung dengan meriah dimana pada akhir acaranya
ditutup dengan pengangkatan raja bagi Kerajaan Batu Bara. Pengankatan tersebut
di lakukan dengan mufakat dan dimenangkan oleh seorang punggawa tinggi pejuang negara, yaitu
O.K Aryan Zulkaryan.
O.K Aryan mendapatkan gelar Paduka Yang Mulia Maharaja
Diraja dengan kesetiaannya dan amanahnya kepada rakyat Batu Bara. Sebagai
patih, diangkatlah Patuan Nagari Gong Ma Tuak Anak na Borjong gelar Sutan Ameh
Malenggang Di Langit sebagai pembantu Raja OK. Aryan.
Sebagai kerajaan baru tentunya harus membangun kerajaan
menjadi lebih baik dimana uang yang diperlukan terbilang cukup banyak.
Rakyatpun dengan suka cita membayar pajak tinggi demi pembangunan kerajaan. Namun,
pengangkatan O.K Aryan sebagai raja tidak berlangsung semanis itu, Raja O.K
Aryan dituduh melakukan korupsi pada awal masa jabataannya, tapi Rakyat yang tidak
terima membela raja mereka dari tuduhan dan akhirnya O.K Aryan lolos dari
tuduhan.
Beberapa tahun berlalu, sosok asli dari O.K Aryan terlihat.
Korupsi terjadi dimana-mana, raja melakukan hal semena-menana pada rakyat, menggunkan
uang sebagai media peningkatan pangkat seseorang. Sedangkan sang raja, dia
hanya melakukan pesta dan bermain wanita di kerajaannya. Kini rakyat semakin jadi
sengsara akibat pembangunan terbengkalai. Kerajaan yang dulu diperjuangkan
dengan susah payah, kini benar-benar nyaris tenggelam.
Sementara Itu, Kerajaan Asahan yang mengetahui kejadian yang
tejadi pada memperkuat basiran dan bersiam menaklukan kembali wilayah yang
telah direbut dari mereka. Melihat keadaan ini, para tetua adat Kerajaan Batu
Bara menggelar musyawarah besar untuk menyelamatkan negeri. Berkumpullah semua masyarakat,
mulai dari rakyat jelata sampai para Datuk dan bangsawan tinggi lainnya.
Diakhir mufakat, mereka bersatu padu bertekad
untuk menyelamatkan Kerajaan Batu Bara yang kini berada diambang kehancuran.
Mereka kemudian mengirim perwakilannya ke dalam istana,
meminta agar Raja OK. Aryan meletakkan jabatan. Tetapi ternyata OK. Aryan menolak
dengan keras, seraya memerintahkan pengawal untuk menangkap kelima orang
perwakilan rakyat Batu Bara itu.
Sebagai pengganti raja yang mengecewakan hari rakyat itu, diangkatlah
Bang Pilot menjadi raja, dengan gelar Datuk Pangombur Bosar. Dan sebagai patih,
diangkatlah Datuk Inu Zc Tampubolon, dengan gelar Tuanku Tumenggung Pandai
Mengayak. Dua sejoli ini mampu memimpin Batu Bara dengan baik, dan
mengembalikan harapan dan kejayaan Kerajaan Batu Bara.
Tema : Kerajaan
Tokoh & Penekohan :
- Rakyat Batu Bara, Protagonis
- Bang Pilot, Protagonis
- Datuk Inu Zc Tampubolon, Protaginos
- O.K Aryan, Antagonis
- Sri Paduka Risuddin, Antagonis
Latar : Kerajaan Batu Bara
Alur : Alur mundur
Gaya Bahasa : Dramatis
Sudut Pandang : Orang ketiga
Amanat:
Jikalau kau diberi sebuah amanat maka lakukan hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan berjuanglah atas apa yang ingin kau capai dengan sungguh-sunggu untuk mencapai kedamaian akhir, seperti Rakyat Batu Bara yang akhirnya kembali makmur setelah sebelumnya harus melakukan pertumpahan darah dengan saudarnya sendiri.
Komentar
Posting Komentar